My Junior = My Brother


Pada bulan Oktober 2011, waktu kuliah akhirnya kembali lagi setelah libur panjang yang benar-benar panjang. Tapi kali ini diriku menginjak semester 5 yang menandakan sudah semakin dekat masa-masa kuliahku untuk selesai (jika tanpa ada halangan) Amiiin. Mata kuliah yang akan aku tempuh pun akan semakin berat tetapi ada satu hal yang buat diriku senang di setiap tahun ajaran baru yaitu ada mahasiswa baru (MABA) alias junior baruku. Kebetulan ada masa pengkaderan bagi mereka dari himpunan. Dan dari semua MABA ku temukan salah seorang junior yang juga berasal dari SMA yang sama sepertiku dan panggil saja namanya Upik. Setelah beberapa minggu masa kuliah tahun ajaran baru ini berjalan, ku merasa si Upik udah seperti saudaraku sendiri. Entah kenapa bisa demikian, tapi hatiku berkata demikian. Mungkin karena ada sikap dia yang buat aku kagum dan dia memiliki 50% sikap yang kurang lebih sama sepertiku kali ya…hehe :).  Suatu hari aku pun bertanya kepada dia apakah mau jadi saudaraku, dan dia pun kaget awalnya tapi akhirnya dia mau juga. Dan saat itulah persaudaraan “bukan kandung: kami dimulai….hehe 🙂

Pada masa pengkaderan himpunan berjalan, si Upik selalu ku jaga mungkin karena perasaanku yang uda menganggap dia kayak adikku sendiri. Dan ini salah satu foto yang diambil saat-saat dia dikader 🙂

29102011(004)

Dan menariknya meski aku anggap dia saudara tapi tak pernah melunturkan rasa “mengerjain” aku kepadanya seperti yang terlihat pada gambar di atas mukanya ku coret dengan sesuatu….haha. Hingga saat ini persaudaraan kami tetap terjaga meski aku senior dan dia junior tidak menghalangi rasa persaudaraan kami. 🙂

Tulisan ini diikutkan pada GIVEAWAY :  Aku Sayang Saudaraku yang diselenggarakan oleh Susindra.

Iklan

8 thoughts on “My Junior = My Brother

  1. Wah, enak nih dapat pengkaderan dari saudara. Seiseng-isengnya ngojlog (b. Indo-nya apa, ya? hihi) tetaplah dipandang sebagai sodara. Parti tak “seseru” kader lain. hihi…..
    Jodoh memang selalu bisa terjadi dimana saja, ya. Persaudaraan bisa tercipta karena saling cocok. yang baik ya dengan adiknya….
    Terima kasih sudah berkenan menceritakan persaudaraan di kampus. Salam hangat dari Jepara,
    Susindra

    Suka

  2. Seringkali memang terjadi, sahabat menjadi saudara, dan bahkan melebihi saudara kandung sendiri. Saya pun beberapa kali mengalaminya. Justru, terkadang saya merasa lebih nyaman jika berbagi cerita dengannya ketimbang dengan saudara kandung sendiri.. 🙂

    Semoga menang GA-nya ya Fauzan, seperti harapanmu, haha.. 😀

    Suka

  3. pagi mas Fauzan, gimana kabar nih?

    btw, artikelnya sukses buat saya ingat masa kuliah kemarin..
    rasanya seru banget, jadi kangen sama temen2
    yang dulunya pengen cepet2 lulus, eh skarang pengen banget kuliah lagi
    hahai

    Suka

Berikan komentarnya !!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s