Allah Menegurku dengan KEHILANGAN


Schermafbeelding 2011-06-15 om 19.37.47

Saat memiliki sesuatu yang baru,  muncullah perasaan senang, sumringah dan bangga. Diri pun serasa dapat sangat memperhatikan dan menjaga dengan baik terhadap sesuatu yang baru dimiliki itu. Tetapi seiring waktu berjalan, rasa itu takkan pernah sama lagi. Sedikit demi sedikit, rasa itu memudar dan lebih parahnya lagi rasa itu pada akhirnya hilang. Tapi saat sesuatu itu hilang, maka rasa yang dirasakan saat pertama kali memilikinya mulai muncul lagi dan kehilangannya membuat hati menjadi sakit, sedih dan menyesal. Sejatinya, tak ada yang senang dengan yang namanya kehilangan. Tapi selama hidup, tiap orang pasti pernah dan akan merasakan yang namanya kehilangan baik itu kehilangan orang terdekat atau benda yang disenangi. Dan tulisan ini aku buat karena aku telah merasakan kehilangan. Kehilangan apa dan seperti apa yang ku alami. Baiklah akan aku ceritakan.

Pagi hari pada hari Jum’at, 22 Juli 2016, aku masih ingat jam 6 aku keliling di jalanan daerah tempatku tinggal dan tujuannya untuk mencari Pokemon. Karena pada hari itu dan jam itu, ada 1 jenis pokemon yang belum ku miliki. Hingga akhirnya aku ketemu tapi sayangnya pokemon itu sulit untuk masuk ke bola pokemonku dan ujung-ujungnya kabur. Aku pun melanjutkan keliling-keliling hingga di tengah-tengah perjalanan, aku merasa ada sesuatu yang jatuh di jalan dan aku pun menepi sejenak untuk cek & ricek jaket dan celanaku dan aku pikir mungkin hanya perasaanku saja bahwa ada barang yang terjatuh. Aku pun pulang dan saat pulang, aku mulai teringat sesuatu yaitu bahwa kartu ATM ku ada di jaketku dan aku sangat yakin bahwa keanehan yang ku rasa tadi di jalan adalah kartu ATM-ku yang jatuh. Aku pun langsung bergegas mencari kartuku itu di jalanan yang telah ku lewati tapi hasilnya nihil. Aku menyerah dan aku pikir aku akan mengurus kehilangannya dengan melapor ke bank nanti setelah aku kembali lagi ke Pontianak. Karena pada hari itu, aku memang akan melakukan perjalanan ke Jawa Timur pada pukul 11 AM. Maka dari itu lebih baik aku sibuk untuk berkemas-kemas agar tak ada barang yang tertinggal.

Aku pun memulai perjalanan perdanaku keluar provinsi dan naik pesawat. Rasa senang bisa menginjak tanah Jawa tuk pertama kalinya menyelimuti perasaanku saat itu. Rasa kehilangan kartu ATM seperti tidak teringat lagi. Pada suatu malam di Malang, aku beserta keluargaku pergi ke Alun-Alun Malang. Suasananya pada saat itu ramai sekali dan cuacanya sejuk banget padahal bukan mendung atau mau hujan. Aku menikmati momen di sana. Sebelumya, di perjalanan aku sibuk dengan hp-ku karena mencari pokemon. Saat itu, aku benar-benar masih sangat menggilai game yang diciptakan Niantic itu. Aku membawa lengkap gadgetku yaitu 2 smartphone dan 2 kameraku (Action Cam & Pocket Cam). Sesampainya di Alun-Alun, aku semakin sibuk dengan hp-ku karena disana banyak sekali pemain pokemon dan juga pokemonnya gampang muncul disana berkat ada yang mengaktifkan Lure Module. Tapi aku sempat kok foto-foto di sana dan puncaknya saat aku hendak pulang, aku difotoin sama keluarga dimana tepat di belakangku tampak masjid Jami’ yang juga berada di wilayah Alun-Alun Malang. Aku masih sangat saat itu aku difoto 2 kali dan hasil fotonya masih ada ku miliki sampai sekarang. Yang pertama aku difotoin dan tampak aku masih memegang hp dan kamera pocket. Lalu karena aku merasa terlalu banyak yang ku pegang, akhirnya aku memutuskan menyimpan kamera pocket ke saku jaket atau celana gitu. Aku lupa juga situasinya. Dan setelah itu, aku pun pulang. Dan saat pulang seperti biasa aku cek barang-barangku kemudian aku pun terkejut karena aku tidak menemukan dimana kamera pocketku berada. Aku pun sibuk mencari di malam hari yang sepi saat itu karena semuanya sudah tidur tapi tidak ketemu juga. Tidurku pun jadi tak nyenyak. Dan keesokan paginya, aku cek mobil yang aku naikin semalam menuju alun-alun tapi sayangnya tidak ketemu juga. Dan semua orang rumah saling bertanya kenapa bisa hilang? menyarankan coba untuk diingat-ingat kembali tapi malangnya aku tak ingat apapun tentang kamera itu. Yang ku ingat cuma aku masih memegang kamera saat difotoin depan masjid. Akhirnya, suka gak suka, rela gak rela, aku harus menerima nasib ini yaitu kehilangan kamera pocket yang sudah lama ku beli dengan uang hasil keringatku sendiri. Saat itu, aku mencoba ikhlas tapi belum bisa sepenuhnya. Mungkin kalau cuma kamera yang hilang, aku masih bisa ikhlas. Tapi memori dalam kamera itu yang membuatku sulit untuk benar-benar ikhlas. Hal yang paling ku sayangkan adalah di dalam memori itu ada video rekaman suasana pondok pesantren adikku di Malang dimana video ini rencananya akan ku tunjukkan dengan bapakku yang belum pernah sekalipun berkunjung ke pondok adikku karena alasan jarak dan pekerjaan. Mungkin Allah punya rencana lain untukku dan aku harus menerimanya.

Dan kehilangan yang jauh lebih menyakitkan yang ku rasa dan terjadi baru-baru ini adalah website yang ku buat bulan april lalu tidak bisa diakses lagi untuk selamanya. Ceritanya begini, semenjak tak lama lagi aku melakukan perjalanan ke Jawa, aku tidak sempat lagi menulis artikel di websiteku bahkan membukanya saja kayaknya udah lupa. Mungkin karena terlalu excited dengan rencana perjalanan ke Jawa. Maklum karena pertama kalinya. Namun, setelah 1 minggu di Jawa, aku iseng buka websiteku lewat hp dan ternyata tak bisa diakses. Halaman website tidak tampil sempurna seperti biasanya. Yah, menurutku saat itu sih wajar-wajar saja karena sebelum-sebelumnya pernah error kurang lebih seperti ini tapi bisa kembali normal pada akhirnya. Hingga akhirnya aku telah tiba kembali di Pontianak dan aku mulai aktif lagi berhadapan dengan laptop dan sudah berniat untuk aktif kembali membuat tulisan di web. Aku pun mulai membuka websiteku fauzanza.com namun apa yang ku lihat adalah webku masih error dan sepertinya errornya benar-benar serius karena sampai saat itu masih belum normal juga. Aku tahu dan aku sangat yakin sumber masalah ada pada hostingan dan hostingan webku itu, aku numpang dengan temanku. Maka, aku pun lapor ke dia akan keluhanku dan dia bilang tenang saja dan dia mengaku error itu terjadi karena dia sedang melakukan eksperimen terhadap hostingan. Saya kurang paham dengan penjelasannya tentang itu. Karena yang saya tahu adalah punya web dan aku bisa menulis di web itu. Kurang lebih 1 minggu webku belum sembuh juga dan akhirnya aku mengeluh lagi dengan temanku itu dan akhirnya sampailah pada suatu kesimpulan pahit dan menyakitkan, dengan tenangnya ia mengatakan data login ke websiteku tidak bisa dilakukan dan intinya webku rusak dan oleh karena itu segala tulisan yang telah ku buat otomatis lenyap pula seluruhnya tanpa tersisa sedikitpun. Padahal tulisan di web itu telah ku buat susah payah dan telah menyita banyak waktuku dan malangnya hilangnya begitu mudahnya.

Lengkaplah sudah kehilangan yang ku rasa. Aku tak tau apa aku harus marah atau meratapi hal ini terus menerus. Tapi, hati kecilku seperti berbisik padaku bahwa sepertinya Allah sedang menegurku. Mungkin aku telah melakukan kesalahan dan mungkin saja aku lalai atau aku lupa bersyukur terhadap sesuatu yang lain yang telah Allah berikan. Kehilangan kartu ATM dan kamera pocket bersumber dari terlalu sibuknya aku dengan game Pokemon. Dari kejadian ini sepertinya Allah menegurku agar jangan terlalu menggilai sesuatu apalagi untuk hal yang duniawi. Hingga akhirnya aku lalai terhadap sesuatu yang lain dan nilainya jauh lebih penting dari sekedar bermain game. Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 216 sepertinya bisa menjelaskan padaku hikmah dari kejadian itu dimana artinya :
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”.
Dan kehilangan yang terakhir yaitu rusaknya webku. Aku tak tahu dengan kesalahan yang telah ku perbuat hingga terjadi hal seperti itu. Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 286 sepertinya bisa menyimpulkan segala kejadian di atas yang telah ku alami dimana artinya :
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ketika nikmat (ujian) Allah datang menghampiri kita, beruntunglah bagi seorang Muslim itu, jika diberi ujian ia bersabar dan jika diberi nikmat ia bersyukur”.

ujian-Allah-300x238

Kesimpulannya, mulai sekarang aku harus intropeksi diri, perbanyak bersyukur, jangan berlebihan dalam menyukai atau membenci sesuatu dan harus yakin bahwa masalah hadir untuk dihadapi dan jika bisa melewati itu, maka hadiahnya adalah pendewasaan dan peningkatan kualitas diri. Dan untuk masalah barang yang hilang, aku yakin Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Aamiin. Insya Allah.

Tulisan Terbaru : 

 

 

2 thoughts on “Allah Menegurku dengan KEHILANGAN

Berikan komentarnya !!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s